ANALISIS KARAKTERISTIK SENSORI KUKIS DENGAN FORTIFIKASI DAUN KELOR DAN TEMPE

https://doi.org/10.36441/jtepakes.v7i2.3506

Penulis

  • Dwi Oktaviani Program Studi Teknologi Pangan, Universitas Sahid, Jakarta
  • Rahayu Utami Universitas Sahid
  • Rahmawati Rahmawati

Kata Kunci:

kukis, daun kelor, tempe, protein, formulasi

Abstrak

Kukis merupakan salah satu produk pangan yang sangat popular dan digemari oleh masyarakat. Kukis juga dikenal sebagai biskuit yang dibuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, renyah dan bila dipatahkan penampang potongannya bertekstur kurang padat. Kukis kaya protein didapat dengan menambahkan tepung daun kelor dan tepung tempe. Formulasi kukis kaya protein A1, A2, A3, A4 dan A5 dengan konsentrasi tepung daun kelor 0.%, 2.5 % dan 5% sedangkan tepung tempe 5% dan 10%. Hasil analisa sensori menggunakan analisa sidik ragam (ANAVA) menunjukkan bahwa formulasi A1 (tanpa tepung daun kelor dan tepung tempe) paling disukai oleh panelis dibandingkan formulasi yang lain. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan  penentuan formulasi kukis dengan penambahan tepung daun kelor dan tepung tempe. Sehingga didapat kukis kaya protein yang dapat diterima secara sensori oleh panelis.

Referensi

Aminah, S. 2004. Pengaruh Penambahan Tepung Tempe Terhadap Kadar Protein, SIfat Fisik dan Organoleptik Tiwul Instan. Tugas Akhir, Gizi Fikkes UNIMUS.

Nurmalia. 2013. Formulasi Tepung Ganyong dan Tepung Daun Kelor Terhadap Mutu Cookies Ganyong. Skripsi: FTIP Uviversitas Sahid Jakarta.

Standarisasi Nasional Indonesia. 2009. Syarat mutu tepung terigu No 3751:2009, Jakarta.

Rahmawati, H. dan Rustanti N. 2013. Pengaruh substitusi tepung tempe dan ikan teri nasi terhadap kandungan protein, kalsium, dan organoleptik cookies. Jurnal Of Nutrition College Vol. 2 (3), p. 382-390.

Winarno, F. G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama.

Winarti, S. 2010. Makanan Fungsional. Graha Ilmu.

Diterbitkan

2025-11-05