ANALISIS KARAKTERISTIK SENSORI KUKIS DENGAN FORTIFIKASI DAUN KELOR DAN TEMPE
Kata Kunci:
kukis, daun kelor, tempe, protein, formulasiAbstrak
Kukis merupakan salah satu produk pangan yang sangat popular dan digemari oleh masyarakat. Kukis juga dikenal sebagai biskuit yang dibuat dari adonan lunak, berkadar lemak tinggi, renyah dan bila dipatahkan penampang potongannya bertekstur kurang padat. Kukis kaya protein didapat dengan menambahkan tepung daun kelor dan tepung tempe. Formulasi kukis kaya protein A1, A2, A3, A4 dan A5 dengan konsentrasi tepung daun kelor 0.%, 2.5 % dan 5% sedangkan tepung tempe 5% dan 10%. Hasil analisa sensori menggunakan analisa sidik ragam (ANAVA) menunjukkan bahwa formulasi A1 (tanpa tepung daun kelor dan tepung tempe) paling disukai oleh panelis dibandingkan formulasi yang lain. Penelitian lanjutan dapat dilakukan dengan penentuan formulasi kukis dengan penambahan tepung daun kelor dan tepung tempe. Sehingga didapat kukis kaya protein yang dapat diterima secara sensori oleh panelis.Referensi
Aminah, S. 2004. Pengaruh Penambahan Tepung Tempe Terhadap Kadar Protein, SIfat Fisik dan Organoleptik Tiwul Instan. Tugas Akhir, Gizi Fikkes UNIMUS.
Nurmalia. 2013. Formulasi Tepung Ganyong dan Tepung Daun Kelor Terhadap Mutu Cookies Ganyong. Skripsi: FTIP Uviversitas Sahid Jakarta.
Standarisasi Nasional Indonesia. 2009. Syarat mutu tepung terigu No 3751:2009, Jakarta.
Rahmawati, H. dan Rustanti N. 2013. Pengaruh substitusi tepung tempe dan ikan teri nasi terhadap kandungan protein, kalsium, dan organoleptik cookies. Jurnal Of Nutrition College Vol. 2 (3), p. 382-390.
Winarno, F. G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama.
Winarti, S. 2010. Makanan Fungsional. Graha Ilmu.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
- Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
- Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atribusi-NonCommercial-No Derivative (CC BY-NC-ND), yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Dharmakarya dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
- Setiap terbitan Jurnal Teknologi Pangan dan Kesehatan, baik cetak maupun elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.






