MODEL PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA TELUK KILUAN MELALUI OPTIMALISASI FAKTOR-FAKTOR DAYA TARIK EKOWISATA

https://doi.org/10.36441/pariwisata.v1i1.14

Authors

Keywords:

Wisata Bahari, Pemberdayaan Masyarakat, Pariwisata Berbasis Komunitas, Ekowisata, Teluk Kiluan

Abstract

Penelitian ini dilakukan di kawasan wisata Teluk Kiluan, Kabupaten Tanggamus, Prov Lampung bertujuan untuk memetakan faktor-faktor daya tarik ekowisata untuk kemudian dirumuskan menjadi sebuah strategi pengembangan destinasi wisata berbasis alam, budaya dan kemasyarakatan yang berkelanjutan. Penelitian ini dilakukan selama 1 tahun dengan menggunakan metode survey dan observasi serta wawancara mendalam untuk mengkonstruksikan teori dengan hasil pengamatan. Selain itu guna memetakan faktor-faktor internal dan eksternal daya tarik ekowisata penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan memetakan masing-masing variabel internal dan eksternal kedalam tabel IFAS dan EFAS yang kemudian digabungkan kedalam Diagram Matrix TOWS sehingga dapat teridentifikasi faktor-faktor ekowisata yang menjadi daya tarik dan dapat dikembangkan sebagai didalam penyusunan strategi pengembangan destinasi wisata yang berkelanjutan.

References

Hermawan, A. (2008). Penelitian Bisnis Paradigma Kuantitatif. Jakarta: Grasindo.

Hunger, JD & Wheelen, TL. (2003). Manajemen Strategis, Ed. II. Julianto A, Penerjemah. Yogyakarta: Andi. Terjemahan dari Strategic Management, Ed. II.

Indonesia.Travel. (2013) .Teluk Kiluan: Menyaksikan Parade Lumba-Lumba di Teluk Tropis yang Indah. http://indonesia.travel/id/destination/892/teluk-kiluan), diakses 28 Februari 2014.

Ismayanti. (2010). Pengantar Pariwisata. Jakarta: Gramedia Widiasarana Indonesia. Istijanto, MM. (2005). Aplikasi Praktis Riset Pemasaran. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Kotler, P & Armstrong, G. (2008). Prinsip-Prinsip Pemasaran.Edisi 12 Jilid 1.Jakarta: Erlangga.

Kriyantono, R. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana.

Lampung Post. (2013). Lumba-Lumba, Pesona Teluk Kiluan. (http://lampost.co/ berita/lumba-lumba-pesona-teluk-kiluan), diakses 22 Maret 2014.

Lovelock, CH. & Wright, LK. (1999). Priciples of Service Marketing and Management. New Jersey: Prentice Hall.

Pawito. (2007). Penelitian Komunikasi Kualitatif. Yogyakarta. LKiS Pelangi Aksara. Rangkuti, F. (2002). Creating Effective Marketing Plan: Teknik Membuat Marketing

Plan Berdasarkan Customer. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Saroso, O. (2013) .Mengembangkan Wisata Secara Mandiri. (http://lampungreview.com/mengembangkan-wisata-secara-mandiri/), diakses 5 April 2014.

Sarwono, J. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Yogyakarta: Graha Ilmu

--------. (2008). Riset Bisnis untuk Pengambilan Keputusan. Yogyakarta: Andi Offset. Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kombinsasi. Bandung: Alfabeta.

Suharyadi, dkk. (2007). Kewirausahaan: Membangun Usaha Sukses Sejak Usia Muda.Jakarta: Salemba Empat.

Sukmadinata, NS. (2006). Metode Penelitian Tindakan. Bandung: Remaja Rosda Karya. Suyanto, M. (2007). Marketing Strategy Top Brand Indonesia. Yogyakarta: Andi Offset.

Swarbrooke. (1996). Pengembangan Pariwisata. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Tripadvisor.co.id. (2013) .Teluk Kiluan. (http://www.tripadvisor.co.id/Attraction

_Review-g3380109-d3295839-Reviews-Teluk_Kiluan-Tanggamus_ Lampung_Sumatra.html), diakses 22 Maret 2014.

Undang-Undang Nomor10 tahun 2009 Tentang Kepariwisataan.

Wahdi, M. (2011). Riset Pemasaran (Teori dan aplikasi untuk pengambilan keputusan). Yogyakarta: CAPS.

Yoeti, OA. (1996). Pemasaran Pariwisata Terpadu. Bandung: Angkasa.

Zed, M. (2004) .Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Published

2018-07-04