STRATEGI PENGEMBANGAN INFRASTRUKTUR KAWASAN WISATA PANTAI CORONG MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT
Keywords:
Wisata Bahari; Infrastruktur Pariwisata; 6A Destinasi; Pokdarwis; Pantai CorongAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan infrastruktur di kawasan wisata Pantai Corong, Kelurahan Tanjung Tengah, Kabupaten Penajam Paser Utara dengan mengintegrasikan pendekatan 6A destinasi dan analisis SWOT. Data dan informasi yang digunakan dalam artikel ini bersumber dari hasil penelitian terdahulu berupa analisis Importance-Performance Analysis (IPA) dan matriks IFAS-EFAS yang telah mengidentifikasi prioritas fasilitas serta faktor internal – eksternal destinasi, kemudian diperkaya dengan temuan wawancara dan observasi lapangan yang dilakukan bersama pengelola dan pemangku kepentingan terkait. Hasil sintesis menunjukkan bahwa Pantai Corong berada pada Kuadran I matriks SWOT, yang mengindikasikan kombinasi kekuatan dan peluang yang dominan sehingga layak diarahkan pada strategi pertumbuhan agresif. Fasilitas prioritas yang perlu segera ditingkatkan adalah toilet dan sistem pengelolaan sampah, disertai penguatan amenitas lain, aksesibilitas, serta layanan informasi. Potensi lokal seperti festival layang-layang berskala internasional, aktivitas susur sungai, dan dukungan kelembagaan Pokdarwis menjadi basis utama penyusunan strategi. Rangkaian strategi yang dihasilkan menekankan penguatan infrastruktur dasar, pengembangan paket aktivitas bernuansa ekowisata dan budaya lokal, promosi digital, serta kolaborasi lintas sektor sebagai langkah menuju destinasi wisata bahari yang berkelanjutan.References
Andini, M. P., Hayati, N. N., & Alfiah, R. (2024). Arahan pengembangan sebagai upaya peningkatan kawasan pariwisata Pantai Modangan Kabupaten Malang. Jurnal Ilmiah Membangun Desa dan Pertanian, 9(4), 383–396.
Arif, Y. M., Putra, D. D., & Khan, N. (2023). Selecting tourism site using 6 As tourism destinations framework based multi-criteria recommender system. Applied Information System and Management, 6(1), 7–12. https://doi.org/10.15408/aism.v6i1.25140
ANTARA News Kalimantan Timur. (2015, September 1). Enam negara ramaikan festival layang-layang di Penajam. Antara News. https://kaltim.antaranews.com/berita/27508/enam-negara-ramaikan-festival-layang-layang-di-penajam
ANTARA News. (2024, July 11). Penajam usul kampung nelayan modern untuk tingkatkan ekonomi nelayan. Antara News. https://www.antaranews.com/berita/4192401/penajam-usul-kampung-nelayan-modern-untuk-tingkatkan-ekonomi-nelayan
Aziz, A. M., Sukwika, T., & Gunawijaya, J. (2022). Manajemen pengembangan ekowisata Kampung Lolai Negeri di Atas Awan Toraja Utara berbasis konservasi alam dan budaya. Jurnal Industri Pariwisata, 4(2), 108–117.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Penajam Paser Utara. (2019). Kabupaten Penajam Paser Utara dalam angka 2019. BPS. https://ppukab.bps.go.id/id/publication/2020/04/27/9f39f71095d2d70c9102223e/kabupaten-penajam-paser-utara-dalam-angka-2020.html
Erdianto, A. A. (2019). Arahan pengembangan fasilitas wisata Pantai Ombak Mati di Kabupaten Jepara berdasarkan preferensi pengunjung [Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember]. ITS Repository. http://repository.its.ac.id/60912/1/08211340000068-Undergraduate_theses.pdf
Hidayat, M., & Riani, U. W. (2019). Strategi pengembangan pariwisata bahari berdasarkan persepsi masyarakat di Kabupaten Penajam Paser Utara. Plano Madani: Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, 8(1), 60–71.
Kabupaten Penajam Paser Utara. (2018). Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Penajam Paser Utara Tahun 2018–2023. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Kabupaten Penajam Paser Utara. (2022). Peraturan Daerah Kabupaten Penajam Paser Utara Nomor 6 Tahun 2022 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah Tahun 2022–2027. Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara.
Meutuah, Z. N., Caisarina, I., & Dewi, C. (2023). Pemetaan komponen pariwisata (6A) untuk perencanaan pengembangan pariwisata (Studi kasus: Gampong Naga Umbang, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Arsitektur dan Perencanaan, 6(4), 118–124. https://jim.usk.ac.id/arsitektur/article/view/1128
Murjani, M. (2022). Prosedur penelitian kuantitatif. Cross-Border, 5(1), 687–713.
Nisyantara, I. M. D. (2011). Pengembangan ekowisata bahari berbasis masyarakat lokal di Nusa Lembongan, Bali. Jurnal Ilmiah Pariwisata, 16(3), 121–130.
Pongsitanan, B., Rante, H., & Siregar, T. (2021, February 26). Analisis pengaruh infrastruktur pada wisata alam Negeri di Atas Awan Kabupaten Toraja Utara. ELIPS, 4(1). https://ejournal.uncen.ac.id/index.php/ELIPS/article/view/1608
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Zahrani, N., & Mubarak, A. (2022). Analisis SWOT untuk strategi pengembangan objek wisata Geopark Silokek di Nagari Silokek oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Sijunjung. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research, 5(1), 38–45. https://doi.org/10.38035/rrj.v5i1.620
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Khairunnisa Adhar, Srirahadita Pamungkas, Elin Diyah Syafitri, Putri Fatimatuzzahroh Ilhami

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).








