PEMETAAN DAN ANALISIS POTENSI WISATA DI DESA BULAK KABUPATEN INDRAMAYU

https://doi.org/10.36441/pariwisata.v8i2.3291

Authors

  • Jaka Marsita Marsita Universitas Negeri Jakarta
  • Rahmad Darmawan Universitas Negeri Jakarta
  • Jenal Abidin Universitas Negeri Jakarta
  • Sony Nugratama

Keywords:

Desa Wisata; Pariwisata; Potensi; Rural; Peta

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan untuk memetakan dan menganalisis setiap potensi pariwisata yang ada di desa Bulak Kabupaten Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode analisis descriptive dan analisis SWOT dari potensi pariwisata yang ada di desa bulak menggunakan instrument identifikasi dan analisis potensi pariwisata desa. Dalam proses pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi melalui darat dan melalui udara serta menggunakan interview. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah desa bulak kabupaten indramayu memiliki nilai kelayakan untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata dengan poin 44.5% dan berada pada kuadran 1 dalam matriks hasil analisis SWOT. Hal ini menunjukan bahwa desa bulak memiliki potensi yang cukup baik untuk dikembangkan menjadi Desa Wisata namun memerlukan sejumlah besar usaha untuk merealisasikannya. 

References

Antara, I. K. (2011). Strategi pengembangan pariwisata alternatif di Desa Pelaga Kecamatan Petang Kabupaten Badung. Jurnal Ilmiah Hospitality Management, 2(1).

Bloom, B. S. ed. et al. (1956). Taxonomy of Educational Objectives: Handbook 1, Cognitive Domain. New York: David McKay.

Darmawan, R., Abidin, J., & Widyaningsih, H. (2022, February). Develompment of Water Sport Tourism Based on Sustainable Tourism in Pramuka Island, Thousand Islands DKI Jakarta. In 5th International Conference on Sport Science and Health (ICSSH 2021) (pp. 153-157). Atlantis Press.

Creswell, J. W. (2012). Research design: pendekatan kualitatif, kuantitatif, dan mixed.

Cooper, C. (2008). Tourism: Principles and practice. Pearson education.

Desky, M. A. (1999). Manajemen Perjalanan Wisata. Adicita.

Fay, B. (1992). Essentials of tour management. (No Title).

Garrod, B. (2003). Local participation in the planning and management of ecotourism: A revised model approach. Journal of Ecotourism, 2(1), 33-53.

Ibrahim, N. (2017, May). Penggunanaan Metode Pembelajaran Yang Digunakan Bung Karno Sebagai Guru Di Bengkulu 1938. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP (Vol. 1, No. 2).

Laurensius, S. R. (2011). Strategi Pengembangan Daya Tarik Wisata Spiritual Di Kota Larantuka Kabupaten Flores Timur Provinsi Nusa Tenggara Timur. Bali : Unud

Mieczkowski, Z. (1995). Environmental issues of tourism and recreation (pp. xiv+-552).

Moleong, L. J., & Surjaman, T. (2014). Metodologi penelitian kualitatif.

Moscardo, G., & Pearce, P. L. (1986). Visitor centres and environmental interpretation: An exploration of the relationships among visitor enjoyment, understanding and mindfulness. Journal of Environmental Psychology, 6(2), 89-108.

Munt, I. (2003). Tourism and sustainability. Taylor & Francis.

Orams, M. (2002). Marine tourism: development, impacts and management. Routledge.

Pendit, N. S. (2006). Ilmu Pariwisata Sebuah Pengantar Perdana. Edisi Terbaru. Jakarta: PT Pradaya Pramita.

Ritchie, B. W. (2003). Managing educational tourism (Vol. 10). Channel View Publications.

Stake, R. E., Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (1994). Handbook of qualitative research. NK Denzin & YS Lincoln (Eds.), 244.

Timothy, D. J. (1999). Participatory planning A view of tourism in Indonesia. Annals of tourism research, 26(2), 371-391.

Ramsa Yaman, A., & Mohd, A. (2004). Community-based ecotourism: A new proposition for sustainable development and environmental conservation in Malaysia. Journal of Applied Sciences, 4(4), 583-589.

Published

2026-01-25