KONSEP PARIWISATA BERKELANJUTAN PADA REDESAIN LANSKAP TAMAN WISATA ALAM PUNTI KAYU

https://doi.org/10.36441/pariwisata.v8i2.3047

Authors

Keywords:

Hutan Konservasi; Konsep Dasar; Konsep Desain; Konsep Pengembangan.

Abstract

Taman wisata Alam (TWA) Punti Kayu termasuk dalam 15 destinasi prioritas yang akan ditingkatkan sebagai strategi pengembangan sektor pariwisata Kota Palembang. Saat ini, sarana prasarana pada TWA Punti Kayu masih berfokus pada wisata rekreasi dan belum mengedepankan fungsi keanekaragaman hayati, edukasi lingkungan, serta kearifan budaya. Oleh karena itu, sebagai area wisata dan hutan konservasi yang memiliki keanekaragaman hayati, diperlukan redesain pengembangan dengan pendekatan pariwisata berkelanjutan yang dapat mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan, baik jangka pendek maupun panjang. Pendekatan ini juga bertujuan untuk mengoptimalkan potensinya sebagai destinasi unggulan sekaligus menjaga fungsi ekologisnya sebagai hutan konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan serta potensi yang dimiliki TWA Punti Kayu dalam mendukung konsep redesain dengan pariwisata berkelanjutan, dan memberikan rekomendasi konsep redesain sesuai dengan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menghasilkan konsep dasar, konsep desain, dan konsep pengembangan sesuai dengan 6 prinsip pariwisata berkelanjutan, yaitu keberlanjutan lingkungan, mengangkat budaya lokal, edukasi terhadap lingkungan, memberikan dampak ekonomi lokal, pengelolaan kolaboratif, serta kepuasan dan keamanan.

References

Aall, C. (2014). Sustainable Tourism in Practice: Promoting or Perverting the Quest for a Sustainable Development? Sustainability, 2562-2583.

Amerta, I. S., Sara, I., & Bagiada, K. (2018). Sustainable Tourism Development. International Research Journal of Management, IT & Social Sciences , 248-254.

Belay, A. F. (2014). Principle and Practices of Landscape Design Practical Manual for Instructors. Retrieved from https://www.academia.edu/94899071/Principle_and_Practices_of_Landscape_Design_Practical_Manual_for_Instructors

BKSDA Sumatera Selatan. (2016-2025 ). Dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang TWA Punti Kayu tahun 2016-2025.

Dumbrăveanu, D. (2007). Principles And Practice Of Sustainable Tourism Planning. 77-80.

Gold, S. M. (1980). Recreation Planning and Design. McGraw-Hill Book.

Hajkowicz, S., Hatton, T., Meyer, W., & Young, M. (2001). Concepts of Landscape Redesign. CSIRO land and water, 2-38.

James A. LaGro, J. (2008). Site Analysis: A Contextual Approach to Sustainable Land Planning and Site Design, 2nd Edition. New Jersey: John Wiley & Sons.

Kemenparekraf/Baparekraf RI. (2021, 11 12). Destinasi Wisata Berbasis Sustainable Tourism di Indonesia. Retrieved from Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif / Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif: https://kemenparekraf.go.id/ragam-pariwisata/Destinasi-Wisata-Berbasis-Sustainable-Tourism-di-Indonesia

Luekveerawattana, S. (2012). Cultural Landscape for Sustainable Tourism Case Study of Amphawa Community . International Congress on Interdisciplinary Business and Social Science 2012 (pp. 387-396). Procedia - Social and Behavioral Sciences.

Marhanah, S., Sukriah, E., Juniardi, A., & Harto, B. (2023). Strategi Pengembangan dan Daya Dukung Berkelanjutan Kawasan Ekowisata The Lodge Maribaya. Journal of Indonesian Tourism, Hospitality and recreation, 75-84.

Niedziółka, I. (2014). Sustainable Tourism Development. Regional Formation and development Studies, 157-166.

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.76/Menlhk-Setjen/2015 Tentang Kriteria Zona Pengelolaan Taman Nasional dan Blok Pengelolaan Cagar Alam, Suaka Margasatwa, Taman Hutan Raya Dan Taman Wisata Alam.

Peraturan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2021 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan. (2021).

Putri, R. D. (2023 ). Identifikasi Potensi Pengembangan Ekowisata Berwawasan Kearifan Lokal di Taman Wisata Alam Puntih Kayu Palembang . Jurnal Karya Lintas Ilmiah Bidang Rekayasa Arsitektur, Sipil, Industri , 50-58.

Rahayu, S., & Saragih, M. G. (2022). Pengembangan Pariwisata Berkelanjutan. Medan: CV. Tungga Esti .

Rasidin, M. S., & Saraswati . (2023). Strategi Pengembangan Ekowisata Taman Wisata Alam Punti Kayu di Kecamatan Alang-Alang Lebar Kota Palembang. Urban & Regional Planning, 372-382.

Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kota Palembang Tahun 2024-2026 . (2024-2026).

Rosianty, Y., Lensari, D., & Handayani, P. (2018). Pengaruh Sebaran Vegetasi Terhadap Suhu dan Kelembaban Pada Taman Wisata Alam (Twa) Punti Kayu Kota Palembang. Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Kehutanan, 68-77.

Santoso, B. (2006). Pemberdayaan Lahan Podsolik Merah Kuning dengan Tanaman Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) di Kalimantan Selatan. Perspektif, 01-12.

Syabana, T. A., Mareti , S., & Kunarso, A. (2015). Potensi karbon di taman wisata alam punti kayu. Palembang: Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan.

Wihandono, N., Pratiwi, R. A., & Hutriani , I. W. (2024). Perencanaan Lanskap dengan Pendekatan *Community Based Tourism* pada Kawasan Dermaga Ketapang. Journal of Architectural Design and Development, 74-88.

Yusrini, L. (2018). Persepsi dan Perilaku Pengunjung dalam Mendukung Keberlanjutan Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta. Jurnal EDUTURISMA, Edisi ke-4, Volume II Nomor 2.

Published

2026-01-25