IDENTIFIKASI DAN MAKNA SIMBOLIK MOTIF KAIN TENUN DESA BUKIT BATU, KABUPATEN BENGKALIS, RIAU
Keywords:
Budaya Melayu; Bukit Batu; Kain Tenun Lejo; Warisan BudayaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mendeskripsikan ragam motif Kain Tenun Lejo khas Desa Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis, Riau, serta mengungkap makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Data diperoleh dari 10 informan yang dipilih secara purposive, terdiri atas delapan pengrajin aktif yang secara konsisten masih menenun dan terlibat dalam produksi serta distribusi kain tenun, satu Kepala Desa Bukit Batu, dan satu anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai informan pendukung konteks kelembagaan dan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kain tenun Lejo memiliki beragam motif tradisional yang sarat nilai budaya dan simbolisme, seperti motif Pucuk Rebung, Sentorak, Siku Awan, Siku Keluang, Teluk Berantai, Awan Larat, Tampuk Manggis, dan Rusa Bertanduk. Dari seluruh motif tersebut, Pucuk Rebung merupakan yang paling sering digunakan karena melambangkan harapan, pertumbuhan, dan kesinambungan hidup. Motif ini juga memiliki berbagai varian bentuk dan tersebar luas di wilayah Riau, mencerminkan kekayaan serta keberagaman budaya lokal. Penelitian ini menegaskan pentingnya pelestarian motif tenun sebagai bagian dari warisan budaya tak benda dan potensi pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.References
Aisyah, N., & Hartono, R. (2021). Representasi Nilai Budaya dalam Motif Tenun Pucuk Rebung di Bukit Batu Riau. Jurnal Seni dan Budaya Melayu, 5(2), 115–128.
Akkapurlaura, A. (2015). Pengembangan Motif Rantai, Tampuk Manggis, Pucuk Rebung, Siku Awan, dan Lebah Bergayut pada Kain Songket Melayu Riau. In Seminar Nasional Cendekiawan 2015. Trisakti University.
Azrani, A., & Maulana, H. A. (2021). Strategi pengembangan industri kreatif kain tenun lejo sebauk pada masa pandemi COVID-19. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 6(1), 11-25.
Baharudin, H., & Iskandar, A. (2024). Pengembangan Kerajinan Kain Tenun Khas Buton Sebagai Pewarisan Budaya dan Pendorong Ekonomi Kreatif Masyarakat di Desa Gumanano Kabupaten Buton Tengah. Pangea: Jurnal Geografi, 6(1), 47–58.
Harun, M. A. (2020). Makna Simbolik Motif Pucuk Rebung dalam Tenun Tradisional Melayu Riau. Jurnal Warisan Budaya, 8(1), 45–58.
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. (n.d.). Selendang Tenun Lejo Bukit Batu. Jaringan Desa Wisata (Jadesta). https://jadesta.kemenparekraf.go.id/paket/selendang_tenun_lejo_bukit_batu
Lestari, S., & Riyanti, M. T. (2017). Kajian motif tenun songket Melayu Siak tradisional khas Riau. Jurnal Dimensi DKV: Seni Rupa dan Desain, 2(1), 33-48.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Nopriani, E., & Misnawati, D. (2024). Heritage Tenun Songket dan Budaya Lokal dalam Membangun Identitas Masyarakat Palembang. JURNAL MANAJEMEN PENDIDIKAN DAN ILMU SOSIAL, 5(6), 2569–2581. https://doi.org/10.38035/jmpis.v5i6.2927
Nuraini, S., & Falah, A. M. (2022). Eksistensi kain tenun di era modern. ATRAT: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 162-169.
Octaviani, L. K., & Komalasari, S. A. (2020). Kain tenun ikat sebagai wisata budaya Kabupaten Sikka. Kepariwisataan: Jurnal Ilmiah, 14(3), 151-159.
Putri, L. M., & Nasution, H. (2019). Ragam Hias dan Nilai Filosofis pada Kain Tenun Melayu Riau. Jurnal Etnografi Nusantara, 4(3), 213–225.
Rahman, M. (2016). Makna simbolik motif tenun Melayu dalam perspektif budaya material. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 18(2), 123–135.
Riau Pos. (2023, Mei 30). Lestarikan Tenun Lejo Bengkalis. Riau Pos. https://riaupos.jawapos.com/riau/2253559147/lestarikan-tenun-lejo-bengkalis
Sari, D. N. (2024). Instagram@ wisatabukitbatu Sebagai Media Promosi Pengembangan Pariwisata Budaya Di Desa Wisata Bukit Batu.
Sari, N., & Wijaya, R. (2018). Ragam hias tenun tradisional masyarakat Melayu Bengkalis: Nilai estetika dan makna budaya. Jurnal Seni dan Budaya Melayu, 10(1), 45–58.
Setiawati, E. (2021). Strategi Pemasaran Industri Tenun Songket Melayu Riau dilihat dari Perspektif Budaya.
Sugiyono. (2018). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Ulfa, S., Sinulingga, T. E. br, & Sinulingga, J. (2023). Kain Tenun Tradisional: Warisan Budaya dan Industri Kreatif. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 29709–29715. https://doi.org/10.31004/jptam.v7i3.11780
Wati, I., & Devianty, D. (2022). Eksplorasi Identitas Budaya dan Nilai Tradisional Melayu melalui Motif Tenun.
Wati, D. A., Irwansyah, I., & Devianty, R. (2021). Kain Tenun Songket Melayu Batu Bara: Sejarah Dan Nilai Budaya Islam. Universitas Islam Negeri Sumatera Utara.
Wulandari, C., & Zahra, M. H. A. (2024). Pengembangan Sentra Produksi Kain Tenun Tedunan Sebagai Upaya Membangun Perekonomian Desa Tedunan Yang Berkelanjutan. Jurnal Pengabdian, Riset, Kreativitas, Inovasi, Dan Teknologi Tepat Guna, 2(1), 188-97.
Zahrona, E., Sumiarsih, E., & Yanti, R. (2025). Potensi Desa Wisata Bukit Batu Sebagai Daya Tarik Wisata Di Kecamatan Bukit Batu Kabupaten Bengkalis. Jurnal Mekar, 4(1), 24-30.
Published
Issue
Section
Copyright (c) 2026 Lisa Lestari, Sri Febdarina, Asur Suryana, Risna Yanti, Ika Fitria Hasibuan, Eni Sumiarsih, Juwandi Juwandi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).








