MENGHADAPI DAN MENGELOLA KECEMASAN DAN KETIDAKPASTIAN PADA MAHASISWA PENDATANG
Kata Kunci:
Komunikasi antarbudaya, Kecemasan dan ketidakpastian, Mahasiswa pendatangAbstrak
Lingkungan baru bagi banyak orang menjadi hal yang tidak nyaman. Mereka merasa takut, cemas, dan cenderung menciptakan ketidakpastian. Kegagalan dalam berkomunikasi dapat dimungkinkan terjadi sebagai dampak dari kecemasan dan ketidakpastian itu sendiri. Hal ini dapat dirasakan oleh mahasiswa pendatang yang pindah di suatu tempat untuk melanjutkan studi. Oleh karena itu, adaptasi harus dilakukan agar kehidupan dan aktivitas normal dapat berjalan dengan baik. Bagaimana kita beradaptasi dan mengelola kecemasan kita, itu bisa berbeda untuk setiap orang. Penelitian ini menggunakan Teori Manajemen Kecemasan/Ketidakpastian dengan menggunakan tiga strategi, yaitu strategi pasif, strategi aktif, dan strategi interaktif. Selain itu, penelitian fini menggunakan konsepkonsep yang berkaitan dengan komunikasi antarbudaya. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa seseorang yang pindah ke suatu tempat tentunya akan merasakan kecemasan dan ketidakpastian. Namun, kondisi tersebut bisa dengan kadar yang berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang sangat cemas, ada juga yang tidak terlalu khawatir. Dalam menghadapi kecemasan dan ketidakpastian, banyak cara yang dapat dilakukan, antara lain: beradaptasi dengan teman baru yang berasal dari daerah yang sama; menggunakan potensi, perilaku, dan budi pekerti yang dimiliki oleh diri sendiri; mengamati seseorang dengan potensi kebaikan untuk berteman, dan mengikuti kegiatan positif.Referensi
Creswell, John W. 2009. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Method Approaches. Third Edition. California: Sage Publications, Inc.
Darmastuti, Rini. 2013. Mindfullness Dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Buku Litera.
Irawan, Prasetya. 2007. Penelitian Kualitatif & Kuantitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Depok: Departemen Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia.
Jandt, Fred E. 2007. An Introduction to Intercultural Communication: Identities in a Global Community. Fifth Edition. California: Sage Publications, Inc.
Kriyantono, Rachmat. 2014. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Pranada Media Group.
Kuswarno, Engkus. 2009. Metodologi Penelitian Komunikasi Fenomenologi: Konsep, Pedoman, dan Contoh Penelitiannya. Bandung: Widya Padjadjaran.
Littlejohn, Stephen W. 2009. Teori Komunikasi “Teori of Human
Communicationâ€, 9th Edition. Jakarta: Salemba Humanika.
Moleong, Lexy J. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Morissan. 2013. Teori Komunikasi: Individu Hingga Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Mulyana, Deddy. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Rosda Karya
Silalahi, Ulber. 2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.
Yaputra, Albert. 2011. Makna Hubungan Indonesia-Malaysia (Studi Fenomenologi pada Masyarakat di Perbatasan Entikong, Sanggau Kalimantan Barat). Tesis. Magister Ilmu Komunikasi Pascasarjana UNPAD, Bandung
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atribusi-NonCommercial-No Derivative (CC BY-NC-ND), yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal The Source dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
Setiap terbitan Jurnal Source elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.






