MENGHADAPI DAN MENGELOLA KECEMASAN DAN KETIDAKPASTIAN PADA MAHASISWA PENDATANG

https://doi.org/10.36441/thesource.v3i1.666

Penulis

  • Erna Mariana Susilowardhani Universitas Tanri Abeng, Jakarta-Indonesia
  • Nur Idaman Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta-Indonesia
  • Lidia Djuhardi Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta-Indonesia
  • Maharani Imran Universitas Persada Indonesia YAI, Jakarta-Indonesia

Kata Kunci:

Komunikasi antarbudaya, Kecemasan dan ketidakpastian, Mahasiswa pendatang

Abstrak

Lingkungan baru bagi banyak orang menjadi hal yang tidak nyaman. Mereka merasa takut, cemas, dan cenderung menciptakan ketidakpastian. Kegagalan dalam berkomunikasi dapat dimungkinkan terjadi sebagai dampak dari kecemasan dan ketidakpastian itu sendiri. Hal ini dapat dirasakan oleh mahasiswa pendatang yang pindah di suatu tempat untuk melanjutkan studi. Oleh karena itu, adaptasi harus dilakukan agar kehidupan dan aktivitas normal dapat berjalan dengan baik. Bagaimana kita beradaptasi dan mengelola kecemasan kita, itu bisa berbeda untuk setiap orang. Penelitian ini menggunakan Teori Manajemen Kecemasan/Ketidakpastian dengan menggunakan tiga strategi, yaitu strategi pasif, strategi aktif, dan strategi interaktif. Selain itu, penelitian fini menggunakan konsepkonsep yang berkaitan dengan komunikasi antarbudaya. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa seseorang yang pindah ke suatu tempat tentunya akan merasakan kecemasan dan ketidakpastian. Namun, kondisi tersebut bisa dengan kadar yang berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang sangat cemas, ada juga yang tidak terlalu khawatir. Dalam menghadapi kecemasan dan ketidakpastian, banyak cara yang dapat dilakukan, antara lain: beradaptasi dengan teman baru yang berasal dari daerah yang sama; menggunakan potensi, perilaku, dan budi pekerti yang dimiliki oleh diri sendiri; mengamati seseorang dengan potensi kebaikan untuk berteman, dan mengikuti kegiatan positif.

Referensi

Creswell, John W. 2009. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Method Approaches. Third Edition. California: Sage Publications, Inc.

Darmastuti, Rini. 2013. Mindfullness Dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: Buku Litera.

Irawan, Prasetya. 2007. Penelitian Kualitatif & Kuantitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Depok: Departemen Ilmu Administrasi FISIP Universitas Indonesia.

Jandt, Fred E. 2007. An Introduction to Intercultural Communication: Identities in a Global Community. Fifth Edition. California: Sage Publications, Inc.

Kriyantono, Rachmat. 2014. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta: Kencana Pranada Media Group.

Kuswarno, Engkus. 2009. Metodologi Penelitian Komunikasi Fenomenologi: Konsep, Pedoman, dan Contoh Penelitiannya. Bandung: Widya Padjadjaran.

Littlejohn, Stephen W. 2009. Teori Komunikasi “Teori of Human

Communicationâ€, 9th Edition. Jakarta: Salemba Humanika.

Moleong, Lexy J. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Morissan. 2013. Teori Komunikasi: Individu Hingga Massa. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Mulyana, Deddy. 2005. Pengantar Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Rosda Karya

Silalahi, Ulber. 2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT Refika Aditama.

Yaputra, Albert. 2011. Makna Hubungan Indonesia-Malaysia (Studi Fenomenologi pada Masyarakat di Perbatasan Entikong, Sanggau Kalimantan Barat). Tesis. Magister Ilmu Komunikasi Pascasarjana UNPAD, Bandung

Diterbitkan

2021-06-02