Naskah ini versi lama yang diterbitkan pada 2026-08-25. Baca versi terbaru.

BUDAYA KOMUNIKASI STRICT PARENT GENERASI BABY BOOMERS, GEN X DAN MILENIAL KEPADA ANAK BEDA GENERASI (MILENIAL DAN GEN Z)

https://doi.org/10.36441/thesource.v8i1.3890

Penulis

  • Dea Devita Tri Wulandari Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sahid
  • Ines Hardianti Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sahid
  • Rizky Aprilia Astuti Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sahid
  • Vionita Shakila Maharani Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sahid
  • Fit Yanuar Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Sahid

Abstrak

Budaya komunikasi dalam keluarga mengalami perubahan seiring dengan perbedaan karakteristik antargenerasi. Pola komunikasi strict parents yang diterapkan oleh orang tua dari generasi Baby Boomers, Generasi X, dan Milenial sering kali menimbulkan kesenjangan komunikasi dengan anak-anak dari generasi Milenial dan Generasi Z yang lebih terbuka dalam menyampaikan pendapat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab kesenjangan komunikasi, dampak pola komunikasi strict parents terhadap anak, serta pengaruhnya terhadap keharmonisan hubungan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap enam informan dari kelompok orang tua dan anak yang berasal dari generasi berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan nilai, pengalaman antargenerasi, gaya komunikasi, dan cara memandang otoritas menjadi faktor utama penyebab kesenjangan komunikasi. Temuan penelitian berdasarkan dimensi budaya Hofstede dan konsep komunikasi High Context–Low Context menunjukkan bahwa ketegasan orang tua tidak selalu berdampak negatif apabila diimbangi dengan komunikasi yang terbuka, empati, dan kesempatan berdialog. Oleh karena itu, diperlukan pola komunikasi yang lebih adaptif untuk menciptakan hubungan keluarga yang harmonis.

Diterbitkan

2026-08-25

Versi