BUDAYA KOMUNIKASI STRICT PARENT GENERASI BABY BOOMERS, GEN X DAN MILENIAL KEPADA ANAK BEDA GENERASI (MILENIAL DAN GEN Z)
Abstrak
Budaya komunikasi dalam keluarga mengalami perubahan seiring dengan perbedaan karakteristik antargenerasi. Pola komunikasi strict parents yang diterapkan oleh orang tua dari generasi Baby Boomers, Generasi X, dan Milenial sering kali menimbulkan kesenjangan komunikasi dengan anak-anak dari generasi Milenial dan Generasi Z yang lebih terbuka dalam menyampaikan pendapat. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor penyebab kesenjangan komunikasi, dampak pola komunikasi strict parents terhadap anak, serta pengaruhnya terhadap keharmonisan hubungan keluarga. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap enam informan dari kelompok orang tua dan anak yang berasal dari generasi berbeda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan nilai, pengalaman antargenerasi, gaya komunikasi, dan cara memandang otoritas menjadi faktor utama penyebab kesenjangan komunikasi. Temuan penelitian berdasarkan dimensi budaya Hofstede dan konsep komunikasi High Context–Low Context menunjukkan bahwa ketegasan orang tua tidak selalu berdampak negatif apabila diimbangi dengan komunikasi yang terbuka, empati, dan kesempatan berdialog. Oleh karena itu, diperlukan pola komunikasi yang lebih adaptif untuk menciptakan hubungan keluarga yang harmonis.Diterbitkan
Versi
- 2025-06-28 (2)
- 2026-08-25 (1)
Terbitan
Bagian
Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atribusi-NonCommercial-No Derivative (CC BY-NC-ND), yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal The Source dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
Setiap terbitan Jurnal Source elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.






