BUDAYA FEAR OF MISSING OUT (FOMO) DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL PADA MAHASISWA UNIVERSITAS DIAN NUSANTARA

https://doi.org/10.36441/thesource.v8i1.3581

Penulis

  • Eko Hari Saksono Prodi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Sahid Jakarta
  • rafi'i rafi'i universitas dian nusantara
  • Bintang Nurijadi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi Profesi Indonesia

Abstrak

Perkembangan media sosial telah memengaruhi pola komunikasi dan gaya hidupmahasiswa, termasuk munculnya budaya Fear of Missing Out (FOMO). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis budaya FOMO pada mahasiswaUniversitas Dian Nusantara serta dampaknya terhadap kehidupan sosial dan akademik. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwaFOMO dipengaruhi oleh kebutuhan akan pengakuan sosial, tekanan lingkungandigital, dan intensitas penggunaan media sosial yang tinggi. Kondisi tersebutmendorong mahasiswa untuk terus terhubung dengan media sosial agar tidaktertinggal informasi maupun tren yang sedang berkembang. Dampak yang munculmeliputi menurunnya fokus belajar, gangguan pola tidur, kecemasan sosial, sertaketergantungan terhadap validasi digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwaFOMO telah menjadi bagian dari budaya komunikasi digital mahasiswa sehinggadiperlukan literasi digital dan penggunaan media sosial secara bijak.

Diterbitkan

2026-06-30 — Diperbaharui pada 2026-06-30