KOMUNIKASI INTERPERSONAL PEMANDU WISATA DALAM MENINGKATKAN PENGALAMAN PENGUNJUNG (STUDI KASUS PADA MUSEUM RADYAPUSTAKA SURAKARTA)

https://doi.org/10.36441/thesource.v8i1.3265

Penulis

  • Devita Martiani Universitas Slamet Riyadu Surakarta
  • Estu Widiyowati Universitas Slamet Riyadi Surakarta

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses komunikasi interpersonal yang dilakukan oleh pemandu wisata dalam meningkatkan pengalaman pengunjung di Museum Radyapustaka Surakarta. Sebagai museum tertua di Indonesia, Museum Radyapustaka memiliki peran penting dalam pelestarian sejarah dan budaya lokal, sehingga kualitas komunikasi pemandu menjadi salah satu faktor penentu kepuasan dan pemahaman pengunjung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, di mana data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi non partisipan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari dua pemandu wisata dan dua pengunjung. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal pemandu wisata di Museum Radyapustaka mencakup penggunaan komunikasi verbal dan nonverbal yang didukung oleh keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan. Faktor-faktor tersebut membangun interaksi yang hangat, informatif, dan mendukung terciptanya pengalaman yang lebih mendalam serta menyenangkan bagi pengunjung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas komunikasi interpersonal pemandu wisata berkontribusi signifikan terhadap kualitas pengalaman pengunjung, sekaligus dapat menjadi acuan bagi pengelola museum dalam meningkatkan mutu layanan pemanduan untuk mendukung keberlanjutan fungsi museum sebagai sarana edukasi dan pelestarian budaya. Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal; Pemandu Wisata; Pengalaman Pengunjung; Museum Radyapustaka Surakarta

Diterbitkan

2026-06-30 — Diperbaharui pada 2026-06-30

Versi