PENERAPAN BAHASA INDONESIA JURNALISTIK DI MEDIA ONLINE
Kata Kunci:
Teori Gatekeeping, Bahasa Jurnalistik, Tribunnews.comAbstrak
Saat ini media online bisa dikatakan paling banyak melakukan pelanggaran. Hal itu karena penulisan berita di media online dilakukan tergesa-gesa agar segera online (kejar tayang). Penelitian tentang penerapan bahasa Indonesia jurnalistik di media online, dalam mengetahui apakah media online Tribunnews.com menerapkan penulisan bahasa Indonesia jurnalistik. Teori komunikasi yang digunakan adalah teori gatekeeping yang dikemukakan pertama kali oleh Kurt Lewin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah anlisis isi kuantitatif. Analisis isi kuantitatif sebagai suatu teknik penelitian ilmiah yang ditunjukan untuk mengetahui gambaran karakteristik isi dan menarik inferensi dari isi. Hasil perhitungan kesepakatan antar pelaku koding di bandingkan dengan menggunakan koefisien kongtigensi person. Kategori yang digunakan untuk melihat penerapan bahasa Indonesia Jurnalistik adalah sederhana, singkat, padat dan jelas. Kategori Singkat, media online Tribunnews.com dalam penerapan bahasa yang singkat telah memenuhi sebanyak 654 berita (70%). Dalam kategori padat media Tribunnews.com memiliki 667 (71%) berita terpenuhi. Untuk kategori jelas berita yang terpenuhi sebanyak 905 berita (99%). Maka kesimpulannya tribunnews sudah melakuan penerapan bahasa Indonesia jurnalistik dilihat dari nilai Chi Kuadrat hitung lebih tinggi dari Chi kuadrat tabel.ÂDiterbitkan
Terbitan
Bagian
Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atribusi-NonCommercial-No Derivative (CC BY-NC-ND), yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal The Source dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
Setiap terbitan Jurnal Source elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.






