REPRESENTASI STEREOTIPE PEREMPUAN DALAM FILM "ALI & RATU- RATU QUEENS" (SEMIOTIKA ROLAND BARTHES)
Kata Kunci:
Kata kunci, Analisis Semiotika Roland Barthes, Film Ali & Ratu – Ratu Queens, Representasi StereotipeAbstrak
ABSTRAK. Penelitian ini berjudul Representasi Stereotipe Perempuan dalam Film Ali & Ratu-Ratu Queens. Film ini menceritakan tentang arti sebuah keluarga. Tetapi selain arti dari sebuah keluarga film ini juga menceritakan tentang bagaimana para perempuan-perempuan yang disebut dengan Queens ini bertahan hidup di sebuah negara yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui representasi stereotipe perempuan dalam film “Ali & Ratu Ratu Queensâ€. Pada Penulisan Ilmiah ini menggunakan metode penelitian semiotika dengan pendekatan kualitatif dan menggunakan teori semiotika Roland Barthes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis semiotika Roland Barthes digunakan untuk membedah dan menyandingkan hasil melalui analisa konotasi dan denotasi dengan mitos yang ada. Dapat disimpulkan film Ali & Ratu-Ratu Queens terdapat 15 scene stereotipe perempuan. Dari 15 scene stereotipe perempuan tersebut terdapat subordinasi dan independensi. Subordinasi merupakan istilah yang mengacu pada peran dan posisi perempuan yang lebih rendah dari laki-laki, seperti perempuan yang selalu bekerja disekitar rumah. Sedangkan independensi merupakan sikap mental yang bebas dikendalikan oleh orang lain, dan tidak bergantung pada orang lain, seperti perempuan yang single parents bisa sukses dan tidak tergantung kepada laki-laki untuk mencapai kesuksesannya.Referensi
DAFTAR PUSTAKA
Buku:
Wood, J. T. (2009). Gendered lives: Communication, gender, and culture (8th ed.). Boston: Wadsworth Cengage Learning.
Barker, Chris. 2004, Cultural Studies: Teori dan Praktek (edisi terj),
Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Sobur, Alex. (2009). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Wade, Lisa. (2012). Gender: Ideas, Interactions, Institutions. New York: W.W Norton.
Sobur, Alex. (2004). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Sobur, Alex. (2006). Analisis Teks Media : Suatu Pengantar untuk analisis Wacana, Analisis Semiotika, dan Analisis Framing. Edisi Keempat. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Samatan, N. (2017). Riset Komunikasi 1. Jakarta: Penerbit Gunadarma.
Moleong, Lexy J. (2016). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.
Arikunto, Suharsimi Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : Bina Aksara 1993.
Bungin, Burhan. 2011. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana.
Jurnal:
Dionni Ditya Perdana (2014). Stereotip Gender dalam Film Anna Karenina.
Khairunnisa Setyo Fatimatuzzahra, Mite Setiansah (2021). REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM FILM RAYA AND THE LAST DRAGON (ANALISIS WACANA JAGER & MAIER). Jurnal Riset Komunikasi.
Fanny Puspitasari Go (2013). REPRESENTASI STEREOTIPE PEREMPUAN DALAM FILM BRAVE. Jurnal E-Komunikasi.
Urip Mulyadi (2016). REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM FILM CINTA SUCI ZAHRANA. Jurnal Ilmiah Komunikasi.
Murdianto (2018). Stereotipe, Prasangka dan Resistensinya (Studi Kasus pada Etnis Madura dan Tionghoa di Indonesia).
Glory Natha (2017). Representasi Stereotipe Perempuan Dan Budaya Patriarki Dalam Video Klip Meghan Trainor “All About That Bassâ€. Jurnal E-Komunikasi.
Joane Priskila Kosakoy (2016). Representasi Perempuan Dalam Film “Star Wars VII: The Force Awakensâ€. Jurnal E-Komunikasi.
Panji Wibisono dan Yunita Sari (2021). ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES DALAM FILM BINTANG KETJIL KARYA WIM UMBOH DAN MISBACH YUSA BIRA.
Shinta Dewi Safira, Achmad Yuhdi (2022). Analisis Kesantunan Berbahasa dalam Film Ali dan Ratu-Ratu Queens Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Jurnal Bahasa & Sastra Indonesia.
Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atribusi-NonCommercial-No Derivative (CC BY-NC-ND), yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal The Source dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
Setiap terbitan Jurnal Source elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.






