Destination Branding Strategies to Develop Setu Babakan
Kata Kunci:
Setu Babakan, Integrasi Marketing Komunikasi, Tujuan MerekAbstrak
Perkampungan Budaya Betawi menjadi Perkampungan Cagar Budaya Betawi dan menjadi salah satu destinasi pariwisata dikembangkan dalam program pembangunan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Tujuan penelitian ini antara lain: mengetahui strategi destination branding pemangku kepentingan pengembangkan Setu Babakan sebagai destinasi pariwisata melalui perpektif komunikasi pemasaran, mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam melakukan strategi komunikasi pemasaran untuk mengembangkan Setu Babakan sebagai Destinasi Pariwisata. Teori dalam penelitian ini adalah teori Integrated Marketing Communication (IMC) yang diperkenalkan oleh Don E. Schultz. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif berlandaskan pada ñlsafah postpositivisme. Hasil penelitian terlihat bahwa strategi pemasaran komunikasi periklanan yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi DKI Jakartan. Penjualan personal yang dilakukan bukanlah menjual kegiatan, tetapi mereka menjual tidak untuk dibayar. Bentuk promosi keempat digunakan dengan hubungan masyarakat, bentuk kegiatan komunikasinya adalah publisitas. Bentuk promosi yang mendukung promosi. keberadaan Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan sebagai daerah wisata budaya betawi adalah promosi penjualan.Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atribusi-NonCommercial-No Derivative (CC BY-NC-ND), yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal The Source dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
Setiap terbitan Jurnal Source elektronik, bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.






