Perbandingan Konsentrasi Tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia pendans) yang Berbeda pada Karakteristik Kimia Minuman Herbal

https://doi.org/10.36441/jtepakes.v7i1.2831

Penulis

  • Intan Iriani Dewi
  • Sutrisno Adi Prayitno Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Gresik
  • Dwi Retnaningtyas Utami Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Gresik

Kata Kunci:

Sarang Semut, Herbal, Flavonoid, Fenol, Serat Kasar

Abstrak

Penelitian ini mengeksplorasi potensi tumbuhan sarang semut (Myrmecodia Pendans) dari Nabire, Papua Tengah, sebagai bahan dasar minuman herbal dengan karakteristik kimia optimal. Tumbuhan sarang semut kaya akan senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenol, dan serat kasar yang memiliki manfaat kesehatan, termasuk antioksidan dan antiinflamasi. Penelitian ditujukan guna menyelidiki pengaruh konsentrasi tumbuhan sarang semut terhadap kadar senyawa bioaktif, serat kasar, dan kualitas organoleptik pada minuman herbal, yang diformulasikan dengan jahe dan kayu manis. Metode yang dipergunakan ialah eksperimen mempergunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), melalui empat perlakuan (P1, P2, P3, dan P4) yang memiliki variasi konsentrasi sarang semut (2 g, 4 g, 6 g, dan 8 g). Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi tumbuhan sarang semut secara signifikan meningkatkan kadar flavonoid, fenol, dan serat kasar, dengan P4 memberikan hasil optimal (172,16 mgQE/g flavonoid dan 38,06 mg GAE/g fenol). Pada uji serat kasar, P4 mencatatkan kadar tertinggi sebesar 16,32%. Hasil uji organoleptik menunjukkan perbedaan signifikan pada parameter warna, dengan P3 sebagai perlakuan terbaik (mean 3,23), namun aroma dan rasa tidak menunjukkan perbedaan signifikan. Penelitian menyimpulkan bahwa konsentrasi tumbuhan sarang semut berpengaruh pada karakteristik kimia dan visual minuman herbal, namun tidak pada aroma dan rasa. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi metode ekstraksi alternatif dan mengkaji stabilitas senyawa bioaktif selama penyimpanan.

Referensi

Astuti, L.A., Anas, R., Hasanuddin, N.R., Pamewa, K., Chotimah, C. and Ridha, D.A.P. (2021) ‘Efektivitas ekstrak etanol tanaman sarang semut terhadap daya hambat bakteri Fusobacterium nucleatum (in vitro)’, Sinnun Maxillofacial Journal, 2(01), pp. 8–17.

BSN (2013) SNI 3836:2013 Persyaratan mutu teh kering dalam kemasan. Jakarta. Available at: www.bsn.go.id. [Diakses pada 23 November 2024]

Darmayuda, I.P., G.S.I. and A.A.B.P. (2021) ‘Analysis total flavonoid levels of ethanol extract (Cinnamon (Cinnamomum burmanii Blume) leaves with UV-VIS spectrophotometer method’, Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, 9(3), pp. 115–120.

Febryanto, M.A. (2017) ‘Studi ekstraksi dengan metode soxhletasi pada bahan organik umbi sarang semut (Myrmecodia pendans) sebagai inhibitor organik’, [Thesis], Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

Habiburrohman, D. and Sukohar, A. (2018) ‘Aktivitas antioksidan dan antimibrobial pada polifenol teh hijau’, Jurnal Agromedicine Unila, 5(2), pp. 587–591.

Harahap, N.I. (2024) ‘Penetapan kadar total flavonoid dan tanin ekstrak etanol umbi sarang semut (Myrmecodia pendens Merr. & LM Perry) dengan spektrofotometri UV-Vis’, Best Journal (Biology Education, Science & Technology), 7(1), pp. 2039–2045.

Imaniar, N., Nurafni, S., Pitaloka, D.A. and Salman, I. (2022) ‘Sarang semut (Myrmecodia pendans) sebagai bahan baku teh herbal antikanker’, Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal), 7(2), pp. 143–149.

Laelasari, I. and Zakiyatus Syadza, N. (2022) ‘Pendampingan pemanfaatan jahe (Zingiber officinale) sebagai bahan rempah dalam pembuatan inovasi makanan herbal penambah imunitas’, Jurnal Bakti Saintek, 6(2), pp. 31–37.

Lamusu, D. (2018) ‘Uji organoleptik jalangkote ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) sebagai upaya diversifikasi pangan’, Jurnal Pengolahan Pangan, 3(1), pp. 9–18.

Lasran, Hermanto and Sadimantara, M.S. (2021) ‘Pengaruh penambahan sari jahe (Zingiber officinale) terhadap sifat kimia dan organoleptik dodol serat kedelai’, Jurnal Sains dan Teknologi Pangan, 6(3), pp. 3962–3972.

Lestari, M., Muhammad Saleh, E.R. and Rasulu, H. (2018) ‘Pengaruh umur daun pala dan jenis pengeringan terhadap sifat kimia dan organoleptik teh herbal daun pala’, TECHNO: JURNAL PENELITIAN, 7(2), pp. 177–190.

Maarebia, R.Z., Wahid Wahab, A. and Taba, P. (2019) ‘Synthesis and characterization of silver nanoparticles using water extract of sarang semut (Myrmecodia pendans) for blood glucose sensors’, Jurnal Akta Kimia Indonesia (Indonesia Chimica Acta), 12(1), pp. 29–45.

Maruapey, A., Nanlohy, L.H. and Saen, F. (2023) ‘PKM teh sarang semut kerjasama kelompok tani hutan (KTH) Wendy, KPHP Unit V Sorong Selatan & mahasiswa PKL kehutanan UM Sorong di kampung Wendy Kabupaten Sorong Selatan’, Indonesian Journal of Engagement, Community Services Empowerment and Development, 3(1), pp. 25–35.

Mastuti, D.N.R., Afni, F., Satya, P.Y., Chaniago, R., Rosida, Sanjaya, Y.A., Yulistianti, R., Astani, A.D., Priharwanti, A., Meri and Swasono, A.H. (2023) ‘Pengantar ilmu gizi’, in Sepriano and Efitra (eds.), Pemahaman tentang nutrisi dan kesehatan, pp. 52–57. PT. Sonpedia Publishing Indonesia. Kota Jambi.

Mentari, I.A., Azmi, R.N., Astriani, N.A. and Kamilah, L.Z. (2019) ‘Potensi air kayu manis (Cinnamomum burmanii) sebagai agen neuroprotektif pada penyakit Parkinson dengan model mencit jantan (Mus musculus) yang diinduksi haloperidol’, Media Farmasi Poltekkes Makassar, 10(2), pp. 71–76.

Munaeni, W., Carlen Mainassy, M., Puspitasari, D., Susanti, L., Cholis Endriyatno, N., Yuniastuti, A., Ketut Wiradnyani, N., Nanda Fauziah, P., Adriani, Febriza Achmad, A., Kurnia Rohmah, M., Fadhilah Rahman, I., Yulianti, R., Yulinda Cesa, F., Adriani Hendra, G. and Rollando (2022) Perkembangan manfaat obat herbal sebagai fitoterapi. Tohar Media. Makassar. Available at: https://toharmedia.co.id. [Diakses pada tanggal 1 Desember 2024]

Pardede, E. (2021) ‘Kajian fungsionalitas rempah dan herbal pada naniarsik, makanan tradisional dari Sumatera Utara’, Jurnal Teknologi Dan Industri Pertanian Indonesia, 13(2), pp. 86–92.

Pebriyani, R., Kusnadi and Barlian, A.A. (2019) ‘Pengaruh jenis pelarut terhadap kadar total fenol dari ekstrak jahe emprit’, E-Journal Politeknik Harapan Bersama Tegal, 2089–5313, pp. 1–6.

Prasetyo, D.A. and Vifta, R.L. (2022) ‘Pengaruh metode ekstraksi terhadap kadar flavonoid total ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var rubrum)’, Journal of Hoilistic and Health Sciences, 4(1), pp. 192–199.

Rismawati, S.N. and Ismiyati, I. (2017) ‘Pengaruh variasi pH terhadap kadar flavonoid pada ekstraksi propolis dan karakteristiknya sebagai antimikroba’, Jurnal Konversi, 6(2), pp. 89–94.

Sompie, F.N., Leke, J.R., Laihad, J., Nangoy, F. and Mandey, J. (2023) ‘Tepung kayu manis (Cinnamomum burmanii) sebagai feed additive dalam pakan ayam petelur’, Prosiding Seminar Nasional Teknologi Dan Agribisnis Peternakan X, 2015, pp. 20–21.

Suwanto, Qomariah, S.N. and Nurdianah, I. (2020) ‘Pemberian infusa kayu manis (Cinnamomun zeylanicum) mempengaruhi kadar glukosa darah pasien diabetes mellitus’, Journals of Ners Community, 11(2), pp. 246–256.

Syaifudin and Sigit, M. (2019) ‘Pengaruh penambahan ekstrak sarang semut (Myrmecodia sp) terhadap performa ayam broiler fase finisher’, Jurnal Ilmiah Fillia Cendekia, 4(2), pp. 49–55.

Tarwendah, I.P. (2017) ‘Studi komparasi atribut sensori dan kesadaran merek produk pangan’, Jurnal Pangan Dan Agroindustri, 5(2), pp. 66–73.

Wahyudi, C.A., Hermansyah, A.K. and Supriyadi (2023) ‘Upaya peningkatan ekonomi masyarakat melalui inovasi produksi teh celup sarang semut’, Abdimas: Papua Journal of Community Service, 5(1), pp. 34–39.

Yani, S. and Astuti, L.A. (2023) ‘Uji toksisitas akut, respon penyembuhan luka gingiva dan uji iritasi sediaan gel sarang semut (Myrmecodia pendens) Kalimantan’, pp. 2–30. Agma, Sulawesi Selatan.

Yuanita, I., Silitonga, L. and Paulini, P. (2014) ‘Pemanfaatan tanaman sarang semut (Myrmecodia pendans) sebagai imbuhan pakan ayam pedaging’, Jurnal Ilmu Ternak Dan Veteriner, 19(2), pp. 138–142.

Yuliandri, R., Martati, E. and Wardani, A.K. (2019) ‘Ekstraksi sarang semut (Myrmecodia pendans) dengan microwave-assisted extraction dan aplikasinya sebagai antibakteri pada ikan kakap merah’, Jurnal Teknologi Pertanian, 20(3), pp. 193–202.

Diterbitkan

2025-05-05