ANALISIS METODE PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENGGUNAKAN LARVA BLACK SOLDIER FLY
Kata Kunci:
BSF, maggot, sampah organikAbstrak
Berdasrkan komposisinya sampah padat perkotaan di Indonesia merupakan sampah organik dengan presentase sekitar 70% dan sampah anorganik sekitar 28%, sisanya adalah sampah B3 yang pengolahannya dilakukan secara khusus. Pengolahan sampah organik dapat dilakukan menggunakan bantuan larva BSF agar proses pengolahannya lebih cepat dan efisien. Dalam mengolah sampah organik menggunakan larva BSF terdapat banyak metode yang digunakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisi metode-metode yang dapat digunakan untuk mengolah sampah organik menggunakan larva BSF. Metode penelitian yang digunakan adalah systematic review. Berdasarkan hasil pembahasan dalam mengolah sampah organik menggunakan larva BSF terdapat dua metode yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup. Sistem terbuka dapat digunakan untuk mengolah sampah dengan kapasitas kecil hingga menengah sedangkan sistem tertutup dapat dingunakan untuk mengolah sampah dengan kapasitas menenga ke besar. Jika akan memilih metode untuk mengolah sampah menggunakan larva BSF dapat mempertimbangkan kekurangan dan kelebihan dari masing-masing metode.Diterbitkan
Terbitan
Bagian
Hak publikasi atas semua materi informasi yang tercantum dalam situs jurnal ini dipegang oleh dewan redaksi/editor dengan sepengetahuan penulis. Pengelola Jurnal akan menjunjung tinggi hak moral penulis.
Aspek legal formal terhadap akses setiap informasi dan artikel yang tercantum dalam situs jurnal ini mengacu pada ketentuan lisensi Creative Commons Atribusi-NonCommercial-No Derivative (CC BY-NC-ND), yang berarti bahwa hanya dengan izin penulis, informasi dan artikel Jurnal Jurnal Sustainable Environment Optimizing Industri (SEOI) dapat didistribusikan ke pihak lain dengan tanpa merubah bentuk aslinya untuk tujuan non-komersial.
Setiap terbitan Jurnal Sustainable Environment Optimizing Industri (SEOI), bersifat open access untuk tujuan pendidikan, penelitian, dan perpustakaan. Di luar tujuan tersebut, penerbit atau pengelola jurnal tidak bertanggung jawab atas terjadinya pelanggaran hak cipta yang dilakukan oleh pembaca atau pengakses.






