ANALISIS SENTIMEN PENGGUNAAN BRAND AMBASSADOR KOREA PADA PROMOSI PRODUK KOSMETIK LOKAL

https://doi.org/10.36441/kewirausahaan.v9i1.3817

Authors

Abstract

Korean wave telah menjadi fenomena global yang memengaruhi berbagai aspek, termasuk industri kecantikan di Indonesia. Salah satu strategi yang banyak diadopsi oleh merek kosmetik lokal adalah menunjuk selebritas Korea sebagai brand ambassador. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen mengenai penggunaan selebritas Korea sebagai duta merek dalam mempromosikan produk kosmetik lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode data crawling melalui platform media sosial X. Sebanyak 632 komentar atau cuitan dikumpulkan menggunakan perangkat Google Collab dan dianalisis dengan Orange Data Mining melalui beberapa tahapan: pra-pemrosesan teks, visualisasi word cloud, analisis sentimen, dan klasifikasi berdasarkan analisis sentimen. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar komentar yakni 391 dari 632 komentar menunjukkan sentimen negatif terhadap penggunaan selebritas Korea, hal ini disebabkan oleh persepsi bahwa mereka tidak merepresentasikan karakteristik kulit masyarakat Indonesia, harga produk yang relatif tinggi, serta adanya kekhawatiran mengenai perubahan standar kecantikan. Sementara itu, 154 komentar dikategorikan sebagai netral, dan hanya 87 komentar yang dikategorikan sebagai positif. Kata-kata seperti "berbeda", "kulit", dan "lokal" sering muncul dalam word cloud, yang menunjukkan fokus utama diskusi publik. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bagi merek lokal untuk lebih cermat dalam memilih duta merek yang selaras dengan nilai dan karakteristik konsumen lokal.

Published

2026-06-30