ANALISIS SENTIMEN PENGGUNAAN BRAND AMBASSADOR KOREA PADA PROMOSI PRODUK KOSMETIK LOKAL
Abstract
Korean wave telah menjadi fenomena global yang memengaruhi berbagai aspek, termasuk industri kecantikan di Indonesia. Salah satu strategi yang banyak diadopsi oleh merek kosmetik lokal adalah menunjuk selebritas Korea sebagai brand ambassador. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi konsumen mengenai penggunaan selebritas Korea sebagai duta merek dalam mempromosikan produk kosmetik lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode data crawling melalui platform media sosial X. Sebanyak 632 komentar atau cuitan dikumpulkan menggunakan perangkat Google Collab dan dianalisis dengan Orange Data Mining melalui beberapa tahapan: pra-pemrosesan teks, visualisasi word cloud, analisis sentimen, dan klasifikasi berdasarkan analisis sentimen. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar komentar yakni 391 dari 632 komentar menunjukkan sentimen negatif terhadap penggunaan selebritas Korea, hal ini disebabkan oleh persepsi bahwa mereka tidak merepresentasikan karakteristik kulit masyarakat Indonesia, harga produk yang relatif tinggi, serta adanya kekhawatiran mengenai perubahan standar kecantikan. Sementara itu, 154 komentar dikategorikan sebagai netral, dan hanya 87 komentar yang dikategorikan sebagai positif. Kata-kata seperti "berbeda", "kulit", dan "lokal" sering muncul dalam word cloud, yang menunjukkan fokus utama diskusi publik. Temuan penelitian ini memberikan implikasi bagi merek lokal untuk lebih cermat dalam memilih duta merek yang selaras dengan nilai dan karakteristik konsumen lokal.Published
2026-06-30
Issue
Section
Artikel
Copyright & Licensing
Copyright (c) 2026 Putri Nur Laily, Nalal Muna, Erlita Khrisinta Dewi, Mutia Rahmi Pratiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Lisensi Creative Commons Atribusi-BerbagiSerupa 4.0 Internasional. that allows others to share the work with an acknowledgement of the works authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journals published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).








