KEAMANANAN LAUT WILAYAH PERBATASAN INDONESIA SEBAGAI BENTUK PENJAGAAN KEDAULATAN NEGARA

Dian Khoreanita Pratiwi

Abstrak


Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi laut yang sangat luas. Jalur perdagangan melalui laut masih menjadi tumpuan para pedagang karena dipandang paling efektif dibanding jalur lainnya. Laut juga memiliki keanekaragaman sumberdaya alam yang sangat potensial, baik hayati maupun non-hayati yang tentunya memberikan nilai yang besar pada sumberdaya alam seperti ikan, terumbu karang dengan kekayaan biologi yang bernilai ekonomi tinggi, minyak, gas bumi, dan mineral, selain itu laut juga dapat dijadikan sebagai suatu destinasi wisata. Beragamnya fungsi laut mengakibatkan semua negara bahkan individu ingin selalu mengekspoilasi laut, akibatnya wilayah laut tidak selalu aman dari kejahatan. Permasalahan dalam tulisan ini adalah bagaimana mewujudkan keamanan laut wilayah perbatasan Indonesia sebagai bentuk penjagaan kedaulatan negara? Hasil pembahasan tulisan ini bahwa keamanan laut wilayah perbatasan perlu melakukan kerjasama antar negara baik bilateral maupun multilateral dan berkomitmen sampai pada tahap implementasi dan penegakkannya. Perlu juga untuk membangun kepercayaan antar pemerintah di setiap sektor agar terwujudnya tujuan yang telah disepakati.


Kata Kunci


Keamanan, Laut, Perbatasan

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


A. Buku

Mauna, Boer. Hukum Internasional. Bandung: Alumni, 2005.

Buntoro, Kresno. Nusantara & ALKI. Depok: Rajawali Pers, 2017

Johan, Teuku Saiful Bahri. Perkembangan Ilmu Negara dalam Peradaban Globalisasi

Dunia. Yogyakarta: Deepublish, 2018.

B. Jurnal

Hutagalung, Siti Merida. "Penetapan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI):

Manfaatnya dan Ancaman Bagi Keamanan Pelayaran di Wilayah Perairan

Indonesia." Asia Pasific Studies Vo. 1 No. 1 (2017): 87. Diakses pada 24 Februari

doi : https://doi.org/10.33541/japs.v1i1.502

Winarti, Indien. "Penguatan Hak Berdaulat (Souvereign Right) pada ZEE Indonesia

dalam Rangka Perlindungan Sumber Daya Alam Laut." Legality Vol. 24, No. 2

(2017): 172-180. Diakses pada 26 Februari 2019. doi:

https://doi.org/10.22219/jihl.v24i2.4268

I Made Andi Arsana dan Helik Susilo, “Analisis Aspek Legal dan Geospasial Forward

Position Batas ZEE Indonesia Pada Peta NKRI 2017 di Laut Cina Selatan”,

Geomatika Vol 24, No.2 (2018): 73. Diakses 6 Februari 2020. DOI:

http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2018.24-2.815

C. Internet

Notohamijoyo, Andre. 2018. https://kkp.go.id/artikel/5120-revitalisasi-kerjasamadengan-filipina. April 25. Diakses pada 1 November 2018.

Website UI: http://www.ui.ac.id/berita/peran-indonesia-dalam-menyongsong-porosmaritim-dunia.html . April 11. Accessed 11 1, 2018.

Surya Wiranto, Upaya Atasi Perompak di Perairan Perbatasan Indonesia-Filipina,

diakses di http://maritimnews.com pada 16 Januari 2020

Website Kominfo “Menuju Poros Maritim Dunia”,

https://www.kominfo.go.id/content/detail/8231/menuju-poros-maritimdunia/0/kerja_nyata diakses 27 Januari 2020

D. Wawancara

Arif, Paban V Srenal Kolonel Laut Bapak Taufiq, interview by Dian Khoreanita

Pratiwi. 2017. Kemanan Pelayaran Indonesia (Desember 18)




DOI:

https://doi.org/10.36441/supremasi.v3i1.122

Article Metrics

Abstrak views : 1418 times
PDF views : 798 times

Dimension Citation Metrics

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


JURNAL INI TERINDEKS DI:


width= alt= width= width=


Lisensi Creative Commons
Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.