ANALISIS CEMARAN LOGAM BERAT DALAM TANAMAN OBAT MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETER SERAPAN ATOM

Studi kasus ext. Curcuma xanth di kawasan industri Jakarta

Penulis

  • Muhammad Iqbal Iskandar Universitas Sahid
  • Linda Noviana Universitas Sahid
  • Laila Febrina Universitas Sahid

Kata Kunci:

Curcuma Xanth, industrialisasi, limbah, logam berat, tanah

Abstrak

Kawasan industri adalah daerah yang dibuat oleh perusahaan untuk mengkonsentrasikan kegiatan industri. Pertumbuhan industri yang pesat memiliki dampak positif dan negatif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Banyak industri berarti banyak limbah yang dihasilkan, baik limbah cair, padat, maupun gas, yang perlu dikelola dengan baik untuk mencegah pencemaran lingkungan. Limbah cair industri seringkali mengandung bahan berbahaya seperti logam berat arsenik, merkuri, dan kadmium yang dapat mencemari tanah dan air di sekitar kawasan industri. Hal ini dapat berdampak pada tumbuhan dan sayuran di area tersebut, termasuk dapat mencemari rantai makanan manusia. Meskipun tanaman obat seperti temulawak memiliki manfaat kesehatan, kontaminasi logam berat dapat terjadi akibat pencemaran lingkungan. Hasil penelitian pada kawasan industri di Jakarta menunjukkan tanah dan tanaman temulawak tercemar logam berat As, Hg, dan Cd. Kandungan logam berat pada tanah meliputi Arsen 36,3384 ppm, Merkuri 26,8066 ppm, dan Kadmium 76,5917 ppm, masih sesuai standar baku mutu. Namun, pada tanaman obat Curcuma Xanthorriza 1, kandungan Arsen mencapai 61,6756 ppm, Merkuri 27,1925 ppm, dan Kadmium 67,4453 ppm, melebihi batas standar baku mutu BPOM. Tanaman Curcuma Xanthorriza 2, yang tumbuh jauh dari industri, tidak mengandung logam berat. Lokasi pertumbuhan tanaman memengaruhi kandungan logam berat pada tanaman obat Curcuma Xanthorriza.

Diterbitkan

2025-06-30

Terbitan

Bagian

Articles