INDONESIA SEBAGAI HOST COUNTRY DALAM EKSPANSI BISNIS MEREK FASHION INTERNASIONAL

Fitri Wahyu Rahmadania

Abstract


Globalisasi dan krisis ekonomi yang terjadi di negara-negara barat menjadi motif utama bagi merek-merek fashion untuk melakukan bisnis ekspansi ke negara penyelenggara khususnya di Asia. Indonesia telah menjadi satu destinasi negara penyelenggara yang menarik bagi beberapa merek fashion yang tidak asing ditelinga seperti H&M, Pull & Bear, dan Zara untuk membuka gerai-gerai di beberapa pusat perbelanjaan walaupun memiliki perbedaan yang signifikan baik dari segi budaya, ekonomi, geografis dan kondisi pasar. Faktor budaya, ekonomi, kondisi sosial dan geografis yang berbeda dengan negara asal.

Penelitian menjelaskan perlunya pertimbangan mendalam dengan mengacu beberapa elemen seperti 1) jarak dan bentuk geografis; 2) ukuran pasar dan daya beli; 3) tingginya permintaan; 4) franchising sebagai strategi ekspansi; 5) dan adaptasi pada strategi manajemen dan pemasaran merupakan proses evaluasi yang sangat penting dalam proses pemilihan Indonesia sebagai negara penyelenggara dalam bisnis ekspansi. Penelitian ini menggunakan paradigma post-positivistik sebagai dasar untuk teori dengan pendekatan penelitian kualitatif dan metode pengumpulan data melalui wawancara mendalam

Kata Kunci: Ekspansi Bisnis, Merek Fashion Internasional, Franchise


Globalization and economic downturn which occurred in the western countries has driven several fashion brands expand their business to the host countries, spefically in the Asia. Indonesia has became one of host countries destination that attractive for several well-known fashion brands such as H&M, Pull & Bear, and Zara by opening retail stores in some of shopping mall despite of the significant difference in culture, economic, geographic, and market condition between home and host countries.

The research finding showed that detail consideration of several elements in evaluation process of choosing Indonesia as a host country for business expansion such as 1) geographic and physical distance; 2) market size and purchasing power; 3) high demand of fashion industry; 4) franchising as entry strategy; and 5) adapatation in management and marketing strategy. This research based on the post-positivistist paradigm and qualitative research method by collecting the data through in-depth interviews.

 

Keywords: Business Expansion, International Fashion Brand, Franchise



Full Text:

9 - 19


DOI: http://dx.doi.org/10.36441/kewirausahaan.v2i1.207

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


e-ISSN : 2620-942X
Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat