PENGEMBANGAN MINUMAN TEH HITAM DENGAN DAUN KELOR (MORINGA OLEIFERA L) SEBAGAI MINUMAN MENYEGARKAN

Yessy Friskilla, Rahmawati Rahmawati

Abstract


Saat ini pemanfaatan daun kelor sebagai produk makanan minuman karena manfaatnya yang baik untuk kesehatan sedang berkembang. Berdasarkan hal tersebut, maka dibuat pengembangan minuman teh hitam dengan daun kelor. Untuk mengetahui mutu teh hitam daun kelor, maka dibuat berbagai formulasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana pengaruh formulasi daun kelor dan teh hitam terhadap mutu teh yang dihasilkan. Formulasi daun kelor dengan teh hitam, yaitu 75:25, 80:20, 85:15, 90:10, 95:5. Data dianalisis dengan analisis varian (ANAVA). Jika hasil uji ANAVA menunjukkan perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan formulasi daun kelor dengan teh hitam berbeda nyata (α = 0,05) terhadap kekentalan, kadar karbohidrat, total padatan terlarut, kadar tanin, warna dan rasa secara organoleptik. Formulasi teh daun kelor teh hitam 85:15 paling disukai. Minuman ini berwarna coklat, beraroma agak langu, dan berasa agak sepat, dengan kekentalan 1,90 cP, kadar air 3,21%, abu 7,51%, lemak 1,12%, protein 8,68%, karbohidrat 8,02%, pH 7,18, total padatan terlarut 5,31% dan kadar tanin 3,89 ppm. Disarankan untuk membuat teh hitam daun kelor dalam bentuk teh celup sehingga penyajiannya menjadi lebih cepat, mudah dan praktis.


Keywords


kewirausahaan, teh hitam, daun kelor, minuman menyegarkan

Full Text:

PDF

References


AOAC. (2006). Official methods of analysis. Washington DC: Association of Official

Analytical Chemist.

Arifin, S. (1994). Petunjuk Teknis Pengolahan Teh. Pusat Penelitian Teh dan Kina

Gambung. Bogor.

Badan Standarisasi Nasional. (2012). Syarat teh kering sesuai standar SNI 03-3836-

Departemen Perindustrian RI. Jakarta.

Damayanthi, E., Kusharto, C.M., Suprihatini, R., Rohdiana, D. (2008). Studi

Kandungan Katekin dan Turunannya sebagai Antioksidan Alami serta

Karakteristik Organoleptik Produk Teh Murbei dan Teh Camellia - Murbei. Media

Gizi dan Keluarga 32 (1): 95-103.

Departemen Kesehatan R.I. (1996). Daftar Komposisi Bahan Makanan. Bhratara Karya

Aksara, Jakarta.

Foild N, Makkar HPS & Becker. (2007). The Potential of Moringa Oleifera for

Agricultural and Industrial Uses.

Fuglie, L.J. (2001). The Miracle Tree: Moringa Oleifera: Natural Nutrition for the

Tropics. Training Manual. Church World Service, Dakar, Senegal.

Hafezi, M., Nasernejad, B & Vahabzadeh, F. (2006). Optimation of fermentation time

for Iranian black tea production. Iran J Chem Chem. Eng 25: 39-4.

Haryadi, N.K (2011). Kelor herbal Multikhasiat Ampuh Melawan diabetes Mellitus,

Kolesterol Tinggi dan Penyakit Lainnya. Surakarta: Delta Media.

Jamriati, R. (2008). Pangan tradisional, Alternatif makanan pokok.

http://beritaiptek.com.

Lelani, Y.R. (1995). Optimalisasi Kondisi Ekstraksi Teh Wangi pada industri Teh

Botol. Skripsi Sarjana Fakultas Teknologi Pertanian, IPB, Bogor.

Machfoedz, M.K. (2008). Pengetahuan Bahan Baku Teh. LPP Kampus, Yogyakarta.

Manik, D.M.T. (2014). Mempelajari Pengaruh Lama Pelayuan Dan Penambahan Teh

Sirsak Terhadap Mutu Teh Hitam. Jurusan Teknologi Pertanian, Fak. Pertanian,

Universitas Sumatra Utara.

Meilgaard, M., Civille, G.V & Carr, B.T. (2015). Sensory evaluation techniques. 5th ed.

CRC Press.

Putratama, M.S.W. (2009). Pengolahan Teh Hitam Secara CTC di PT. Perkebunan

Nusantara VIII. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Putri, T.W.M. (2014). Uji Kalsium dan Organoleptik Teh Kombinasi Daun Sirsak &

Kulit Buah Naga Merah Dengan Variasi Suhu Pengeringan. Jurusan Biologi. Fak.

Keguruan & Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Rohdiana, D. (2007). Petunjuk Teknis Pengolahan Teh. Pusat Penelitian Teh dan Kina.

Gambung.

Roni, M.A. (2008). Formulasi minuman herbal instan antioksidan dari campuran teh

hijau (Camellia sinensis), Pegagan (Centella asiatica), dan daun jeruk purut

(Cytus hystrix). Skripsi S1. Institut Pertanian Bogor.

Sayuti, K., Taib, G & Hilma, L. (2010). Pengaruh perlakuan pendahuluan pada daun

murbei (morus alba l) terhadap karakteristik minuman effervescent yang

dihasilkan. Laporan Penelitian. Teknologi Hasil Pertanian. Universitas Andalas.

Simbolan, J.M., Simbolan, M., Katharina, N. (2007). Cegah Malnutrisi dengan Kelor.

Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Sujayanto, G. (2008). Khasiat Teh Untuk Kesehatan dan Kecantikan. Flona Serial hal.

-38. Jakarta : ITB.

Suryaningrum, R.D., Sulthon, M., Prafiadi, S & Maghfiroh, K. (2007). Peningkatan

kadar tanin dan penurunan kadar klorin sebagai upaya peningkatan nilai guna teh

celup. Program Kreativitas Mahasiswa. Penulisan Ilmiah. Universitas

Muhammadiyah Malang.

Tuminah, S. (2004). Teh (Camellia sinensis O.K. var. Assamica (Mast)) sebagai Salah

Satu Sumber Antioksidan. Cermin Dunia Kedokteran No.144.




DOI:

https://doi.org/10.36441/kewirausahaan.v1i1.53

Article Metrics

Abstract views : 905 times
PDF views : 754 times

Dimension Citation Metrics

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 Jurnal Industri Kreatif dan Kewirausahaan Indexed By:

 width= alt= width= width=

Lisensi Creative Commons Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.

View My Stats