Graffiti Sebagai Lambang Komunikasi dan Eksistensi Diri Bomber di Jakarta

Nurul Haniza

Abstrak


Graffiti merupakan suatu budaya populer yang kini semakin berkembang dan menjadi suatu budaya yang digemari oleh kaum muda terutama di perkotaan. Graffiti saat ini memenuhi dan mengisi ruang-ruang perkotaan dengan berbagai bentuk seni rupa baik tulisan maupun gambar. Dalam sejarahnya garffiti digunakan sebagai bentuk protes, propaganda maupun sebagai media eksistensi. Di beberapa negara seperti Amerika, graffiti sering digunakan untuk menandakan daerah kekuasaan antar geng, juga sebagai bentuk protes dan anti kemapanan. Graffiti juga berkembang pada masyarakat modern sebagai budaya populer yang berkembang bersamaan dengan musik, gaya hidup dan seni rupa. Di Indonesia sendiri graffiti telah berkembang sejak masa kemerdekaan sebagai bentuk propaganda politik. Graffiti dibuat di sepanjang jalan, tembok, dan kereta sebagai pesan kepada publik. Namun graffiti tidaklah sepenuhnya dianggap sebagai perilaku yang merugikan, karena beberapa hasil positif turut berguna bagi seorang pembuat graffiti maupun khalayak yang melihat graffiti tersebut. Graffiti tidak lepas dari motif-motif yang timbul dari ideologi, budaya dan komunikasi yang menjadi dasar para pembuat graffiti. Pada akhirnya graffiti sendiri adalah media komunikasi yang ditulis dengan lambang dan simbol komunikasi tertentu yang memiliki pesan terhadap khalayak, dan kemudian menunjukan eksistensi identitas sang pembuat graffiti tersebut. Penelitian ini menggunakan graffiti Koma dalam karakter Buto, yang melambangkan propaganda terhadap karakter asing dan menggambarkan kondisi sifat manusia yang cenderung memiliki perilaku jahat dan negatif. Pada akhirnya graffiti merupakan lambang komunikasi dan eksistensi sang pembuat graffiti.

 

 


Kata Kunci


Grafiti; Lambang Komunikasi; Eksistensi Diri

Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Barker, Chris.2005. Cultural Studies Teori dan Praktik. Yogyakarta: PT Bentang Pustaka.

Crane, Diana.2002. Global Culture, Media, Arts. Policy and Globalization.Routledge,NY.

Dodd.H, Carley. 1998. Dynamics Of Intercultural Communication. Boston: McGraww Hill.

Fiske, John. 2007. Cultural and Communication Studies Sebuah Pengantar Paling Komperhensif. Yogyakarta: Jalasutera.

Iskandar Muda, Deddy.2003. Jurnalistik Televisi Menjadi Reporter Profesional. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Kattsoff, Louis O.1992. Pengantar Filsafat. Yogyakarta: Tiara Wacana.

Kuswarno, Engkus Prof.Dr. 2008. Etnografi Komunikasi. Bandung: Widya Pajajaran.

Liliweri Ms, Alo. 2011. Komunikasi Serba Ada Serba Makna. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.

Manco, Tristan.2004. Street Logos (Street Graphic Series). UK: Thame and Hudson.

Moleong. MA ,Lexy J Prof.DR. 2008.Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Miller, Katherine.2005. Communication Theories (Perspectives, Processes and Context).Boston: McGraww Hill.

Mulyana, Deddy.2004. Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. Bandung: Rosda.

Samovar, A Larry.Porter, E Richard. Edwin R, Daniel Mc.2007.Communication Between Cultures.Boston,US: Wadsworth Cengage Learning.

Sassower, Raphael. 1995. Cultural Collisions Postmodern Technoscience. Routledge,NY.

Spradley P, James.2006. Metode Etnografi.Yogyakarta: Tiara Wacana.

Suryabrata, Sumadi.2006. Psikologi Kepribadian. Jakarta: Rajawali.

Tinarbuko, Sumbo.2009. Semiotika Komunikasi Visual.Yogyakarta: Jalasutera.

Thompson, Laura.1969. The Secret Of Culture Nine Community Studies. Random House.NY.

Tim Mercu Buana.2012. Reposisi Komunikasi Dalam Dinamika Konvergensi.Jakarta: Kencana Prenada Media Group.




DOI:

https://doi.org/10.36441/thesource.v1i2.226

Article Metrics

Abstrak views : 282 times
PDF views : 480 times

Dimension Citation Metrics

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Jurnal Ini Terindeks di:

width= width= width=

Lisensi Creative Commons Ciptaan disebarluaskan di bawah Lisensi Creative Commons Atribusi 4.0 Internasional.


View My Stats